Ahmad Al-Jurairy
Abu Muhammad – Ahmad bin Muhammad ibnul Husain al-Jurairy, adalah salah satu tokoh besar murid al-Junayd. Ia menduduki posisi al-Junayd sepeninggalnya. Sahl bin Abdullah menjadi salah seorang muridnya. Dan al-Jurairy memang dikenal menguasai ilmu pengetahuan Sufi di lapisan kalangan Sufi sendiri.
Ahmad bin Atha’ar Rudzbary mengisahkan: “Berselang setahun dari wafat al-Jurairy, aku melewati rumahnya. Tiba-tiba tampak ia duduk bersandar, sedang kedua lututnya menempal de dadanya, sembari tangannya mengisyaratakan kepada Allah swt.
Di antara ucapannya: “Barangsiapa dikuasai oleh nafsunya, ia akan menjadi tahanan dalam pemerintahan syahwat, terkungkung dalam tahanan hawa nafsu, dan Allah swt. mengharamkan faedah-faedah dalam hatinya. Karenanya, ia tidak mampu menikmati Kalam Allah swt. Yang Haq dan tidak pula berkenan di sana, walaupun seringkali mengucapkan kalam tersebut.
Karena Firman Allah swt:
“Aku akan memalingkan dari ayat-ayat-Ku, orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar.”
(Qs. Al-A’raaf : 146).
Ia berkata: “Memandang terhadap hal-hal yang prinsip ( wshul) dengan mengaitkan penggunaan terhadap hal-hal furu’, dan pembenaran furu’ dengan mempertentangkan pada yang ushul, (maka ingatlah), tiada jalan mencapai tahap musyahadah ushul, kecuali dengan mengagungkan apa yang ktelah diagungkan oleh Allah swt. dalam bidang pendukung ushul dan furu’