Ibrahim Az-Zujjajy
Abu Amr – Muhammad bin Ibrahim az-Zujjajy an-Naisabury (wafat 348 H./959 M.), bertahun-tahun mukim di Mekkah al- Mukarramah hingga wafatnya. Berguru kepada al-Junayd, Abu Utsman, an Nury, al-Khawwas dan Ruwaym.
Ketika ditanya: “Apa yang terjadi ketika Anda kelihatan ragu-ragu pada saat takbir pertama dalam setiap shalt fardhu?” Abu Amr menjawab: “Sebab aku takut berbeda dengan kejujuran hati. Siapa yang mengucapkan : Allahu Akbar, sementara di hatinya masih ada sesuatu yang lebih besar dibanding Allah swt. atau membesarkan sesuatu selain Allah dalam beberapa waktu, maka orang itu telah membohongi diri sendiri atas nama ucapannya.”
Ia berkata: “Barangsiapa berbicara tenang kondisi ruhani, sementara dirinya belum pernah sampai ke sana, ucapannya adalah fitnah bagi orang yang belum pernah mendengarnya. Sekaligus menimbulkan pengakuan yang lahir dari hatinya. Allah swt. mengharamkannya untuk sampai pada kondisi ruhani tersebut. Padahal ia telah lama mukim di Mekkah beberapa tahun lamanya, sementara tidak pernah memberishkan diri dari keharaman. Bahkan ia keluar untuk mencari kehalalan, kemudian membersihkan diri, untuk menghargai keharaman.