Muhammad Ats-Tsaqafy
Abu Ali – Muhammad Abdul Wahab ats-Tsaqafy (wafat 328 H/940M), seorang imam pada zamannya. Berguru kepada Abu Hafs dan Hamdun al-Qashshar. Dari Abu Ali, tasawuf di Naisabur mulai semarak.
Di antara ucapannya: “Jika ada seseorang mengumpulkan seluruh ilmu, dan berguru kepada tokoh-tokoh dari berbagai lapisan manusia, sungguh ia tidak akan mencapai prestasi ketokohannya, kecuali melalui riyadhah lewat seorang syeikh, seorang imam atau seorang pembimbing tatacara etikanya dari seorang guru, berarti ia telah menmapakkan caacat amal-amalnya dan kesombngan dirinya. Tentu, orang seperti itu tidak dapat diikuti dalam kebenaran kerjasamanya.”
Ia berkata: “Pada ummat ini kelak akan datang suatu zaman, dimana bekerja mencari kehidupan bagi seorang Mikmin tidak akan layak, kecuali bersandar kepada orang munafik.”
Dikatakannya pula: “Cegahlah dirimu dari kesibukan dunia bila mengganggu di hadapanmu. Dan cegahlah, ketika dunia meninggalkan penyesalan-penyesalan kepada dirimu. Orang yang cerdas adalah orang yang tidak pernah bersandar pada sesuatu, dimana sesuatu itu menjadi pengganggunya, dan melahirkan sesal kemudian ketika berbalik.”