Pengantar Bab 5

Pengantar Bab 5

Ketahuilah, ummat Islam setelah periode Rasulullah saw. tidak memiliki suatu nama tertentu pada masa mereka, kecuali sebagai sahabat Rasulullah saw. Sebab, tidak ada lagi yang mengungguli keutamaan mereka, lalu mereka disebut sebagai “Sahabat”.

Pada periode ke dua, mereka yang berguru kepada para sahabat itu disebut sebagai “Tabi’in”, sebagai suatu nama yang sangat mulia. Lantas para generasi setelah Tabi’in, dinamakan “Atbaa’u Tabi’in”.

Kemudian ummat Islam menjadi sangat beragam, dan derajat status keagamaan mereka pun semakin jelas. Bagi kalangan khusus yang memiliki kepedulian luar biasa dalam masalah keagamaan, disebut sebagai ahli zuhud (zuhhaad) dan ahli ibadat (‘ubbaad).

Di samping itu, muncul bid’ah yang melahirkan berbagai perpecahan. Masing-masing kelompok mengklaim di dalam kelompoknya ada tokoh zuhud. Sedangkan kalangan khusus dari ahli Sunnah, yang senantiasa menjaga diri bersama Allah swt, dan menjaga hatinya dari jalan-jalan kealpaan, menamakan simbolnya dengan nama “Tasawuf”. Sebuah nama yang populer di kalangan tokoh-tokoh ulama sebelum tahun 200.H.

Pada bagian ini kami menyebutkan nama-nama tokoh-tokoh Sufi yang merupakan syeikh dari tharikat ini sejak generasi pertama hingga kalangan mutakhir mereka. Selintas kami uraikan perjalanan dan ucapan-ucapannya, sebagai peringatan dan pelajaran atas perilaku dan prinsip mereka. Insya Allah swt.

(Tidak semua Sufi generasi sebelumnya dicantumkan di buku ini oleh Abul Qasim al-Qusyairy. Mereka yang ada di buku ini merupakan pilihannya, dengan tujuan tertentu, yakni memurnikan mazhab moderat dalam Islam. Para Sufi di sinilah yang mencerminkan pandangan tersebut. Dan Tasawuf yang diuraikan dalam buku ini merupakan refleksi dari tasawuf murni tersebut.)

Diterbitkan oleh Farid Fatsya

Ffatsya Glorious

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai