Hikayat 1
Abdullah alwasiti bercerita bahwa pernah di arafah aku melihat seorang perempuan ia berkata, “barang siapa mendapat petunjuk Allah maka takkan ada yang dapat menyesatkanya, Barang siapa di sesatkan Allah maka tidak ada orang yang akan menunjukanya “.
Tahulah aku bahwa wanita itu seorang tersesat jalan. aku bertanya. ”wahai perempuan dari mana asalmu?” ia menjawab “maha suci Allah Dzat yang telah meng Isra’ kan hambanya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsho “.
Tahulah aku bahwa perempuan itu berasal dari muqodas. aku bertanya :”untuk keperluan apa kedatanganmu kemari?”
ia menjawab:”diwajibkan oleh Allah atas manusia menunaikan haji bagi orang yang mampu menempuh perjalananya”.
aku bertanya:”kau punya suami?” ia menjawab:”janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan dengan masalah ltu!”.
”apa kau bersedia naik unta ?” tanyaku. ia menjawab:”perkara apa saja dari kebaikan yang kamu kerjakan maka Allah mengetahuinya”.
Manakala perempuan itu hendak menaiki kuda, ia berkata :”katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar menundukKan pandangan mereka! “.
Maka aku pun berpaling dari memandanginya. setelah berada di punggung kendaraan kembali aku bertanya :”siapa namamu?
”dan ceritakanlah kisah mariam didalam Al Qur’an ?” jawabnya.
“kau punya anak?”
ia menjawab :”berwasiatlah ibrahim dengan milat itu kepada anak-anaknya dan Yaqub “. Akupun mengerti bahwa ia mempunyai beberapa anak.
aku melanjutkan pertanyaan : ”siapa nama mereka ?”
ia menjawab:”dan Allah berfirman kepada Musa dengan firman-firman-Nya. dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih (pilihan). Hai Dawud, sesungguhnya kami menjadikan kamu kholifah di muka bumi”. (jadi nama anak-anak mereka adalah Musa, Ibrahim, dan dawud).
Aku bertanya :”ke daerah mana aku dapat menjumpai mereka ?”
ia menjawab :” dan beberapa tanda, dengan bintang mereka di beri petunjuk jalan “. aku pun mengerti bahwa perempuan itu termasuk salah seorang yang ada dalam rombongan pengendara unta.
Aku melanjutkan :”mariam beberapa hari ini kau belum makan apa-apa?”
Ia menjawab : ” sesungguhnya aku bernadzar kepada Tuhan Arrahman untuk berpuasa. Manakala aku telah sampai ketempat anak-anaknya dan mereka melihat ibundanya mereka menangis seketika,
Perempuan itu berkata:” salah seorang di antara kamu pergilah ke kota dengan membawa uang untuk berbelanja “.Aku bertanya kepada anak-anaknya tentang ibunda nya itu.
mereka menjawab “sesungguhnya dia sudah tiga hari ini tersesat jalan. ia bernadzar tidak akan berbicara apa-apa kecuali menggunakan bahasa Al Qur’an”.
setelah itu aku bertanya kepada mereka, begitu melihat bahwa mereka menangis semua. mereka menjawab:”sesungguhnya ia dalam keadaan nadzar”
Maka aku pun buru-buru masuk menjumpainya dan bertanya kepadanya mengenei keadaan yang di alami. perempuan itu menjawab:”dan sakaratul maut datang dengan nyata “.
Setelah kematiannya malamnya aku bermimpi bertemu dengan perempuan itu. aku bertanya:”dimana kamu sekarang?”
ia menjawab :”sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa di tempatkan dalam surga dan sungai-sungai, di tempat yang di senangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa “.
Diriwayatkan dari Rasulullah Saw bahwa beliau bersabda :”sesungguhnya istri yang mentaati suaminya di mohonkan ampunan oleh burung-burung yang terbang diudara, ikan-ikan yang ada di air dan para Malaikat yang ada di langit, selagi istri itu berada dalam keridloan suaminya “. (Al-hadits ).
Hikayat 2
Di baghdad ada seorang laki laki menikah dengan anak puteri pamannya sendiri.
Dalam pernikahan itu ia berjanji tidak akan menikah lagi dengan wanita lain. Suatu hari ada seorang perempuan datang (belanja) ke tokonya. Ia meminta lelaki itu untuk menikahi dirinya.
Lelaki itu pun bercerita apa adanya, bahwa dia telah mengikat janji dengan istrinya (anak pamannya) untuk tidak akan kawin lagi dengan wanita lain.Tetapi perempuan itu terus mendesak dirinya, hingga dirinya rela sekalipun hanya di gilir pada hari jum’at.
Lelaki itupun menikahinya. Masa itu telah berlalu, hingga sampai memasuki kedelapan bulan dalam pernikahannya dengan wanita lain, isterinya mulai curiga. Ia tidak menyukai tingkah suaminya yang mulai tidak beres. Ia memerintahkan pembantunya supaya menyelidiki suaminya.
Menjelang hari jum’at, suaminya keluar, isterinya meminta pembantunya untuk mengawasi dari jauh, ke mana tujuannya. Ternyata ia masuk ke rumah seorang perempuan. Pembantu tadi terus melakukan penyelidikan Ia bertanya kepada salah seorang tetangga perempuan itu.
Jawabnya, bahwa lelaki itu telah menikahinya beberapa bulan yang lalu. Tuan puterinya di beritahu bahwa, suaminya telah menikah lagi dengan perempuan lain.
Ia berkata:”Kamu jangan menyebarkan rahasia ini kepada siapapun”.
Manakala lelaki itu telah meninggal dunia (yakni suami dari isteri anak pamannya) Ia mengutus pembantunya supaya mengantarkan uang sebanyak 500 dinar kepada isterinya yang kedua.
”Pergilah kerumahnya dan katakan kepadanya :”Semoga Allah menambah pahalamu menjadi lebih besar.
Sesungguhnya suamimu telah meninggal dunia. Ia meninggalkan uang sebanyak 8000 dinar.
Yang tujuh ribu dinar diberikan kepada anaknya. Yang 1000 dinar lagi dibagi dua antara aku dan kamu. ”
Ketika isteri mudanya mendapat penjelasan itu, ia menolak pemberian uang dari isteri tua.
Ia berkata kepada pembantunya: ”Kembalikan uang itu padanya. Aku tidak akan mengambil maskawin daripadanya, dan aku tidak ingin mengambil tinggalan apapun dari padanya. ”
Tersebut dalam riwayat, kelanjutan hadits diatas : “Mana saja isteri yang berbuat durhaka kepada suaminya, maka ia memperoleh laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia”.
Imam Ali bin abu thalib Ra berkata : ”Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : ”Seandainya seorang isteri membawa makanan yang di goreng dan yang di rebus di kedua tangannya lalu, diletakkan (disiapkan) untuk suaminya, tetapi suaminya tidak meridhoinya, maka dihari kiamat kelak isteri itu akan di kumpulkan bersama golongan Yahudi dan Nashrani. (al hadits)
Abdullah bin mas’ud mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Mana saja isteri yang di ajak suaminya bersetubuh, lalu ia mengulur ngulur waktu hingga suaminya tertidur, maka ia terlaknat”.
Dalam kelanjutan hadits di katakan: ”Mana saja isteri yang bermuka masam di depan wajah suaminya maka ia berada dalam kemurkaan Allah hingga ia tersenyum kembali dan berusaha meminta keridhoannya. Dan mana saja isteri yang keluar rumahnya tanpa mendapat restu suaminya maka ia dilaknati para malaikat hingga kembali”. Abdurrahman bin auf mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Mana saja isteri yang bermuka masam di depan suaminya, kelak ia di bangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam”. Dari usman bin affan Ra berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Tidaklah seorang isteri keluar dari rumah suaminya tanpa mendapat restunya, kecuali dilaknati oleh segala sesuatu yang tersiram matahari, hingga termasuk ikan ikan yang ada dilaut”. (al hadits)
Ummul mu’minin aisyah ra berkata : “Wahai kaum wanita, seandainya kamu akan mengetahui hak-hak suamimu atas dirimu, niscaya kamu akan bersedia membersihkan debu ditelapak kaki suaminya dengan sebagian wajahnya”.
Tersebut dalam riwayat Al Bazzar dari aisyah ra bahwa beliau berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw “Siapa orang yang paling besar hak-haknya atas wanita?.
Beliau Saw menjawab:”Suaminya”.
Aku melanjutkan:”siapa orang yang paling besar hak-haknya atas seorang laki laki?”.
Beliau Saw menjawab”Ibunya”.
Rasullullah Saw bersabda :”Ada tiga macam orang yang mana Allah tidak berkenan menerima sholatnya, kebajikan nya tidak dibawa naik kelangit.Yaitu :
1. Budak yang lari dari tuannya hingga kembali,
2. Isteri yang di marahi suaminya hingga mendapat ridhonya,
3. Pemabuk hingga sadar (dari mabuknya).
Riwayat Ibnu huzaimah, ibnu hibban dan al baihaqqi dari jabir. Rasulullah bersabda ketika mengingatkan kaum wanita (isteri): “Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Sama sekali aku tidak pernah melihat kamu berbuat baik”. Maka benar benar telah terhapuslah amalnya”. (riwayat ibnu adi dan ibnu „asakir dan „aisyah).
Thalhah bin ubaidillah ra mengatakan bahwa, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Mana saja perempuan (isteri) yang berkata pada suaminya : “Sama sekali aku belum pernah melihat engkau berbuat baik”, Kecuali Allah memutuskan rahmat baginya kelak di hari kiamat”. (al hadits).
Rasulullah Saw bersabda : ”Mana saja istri yang menuntut cerai suaminya tanpa ada perkara yang memperbolehkannya sama sekali (yakni alasan yang jelas), maka haram baginya menikmati bau harumnya sorga (yakni terhalang penciumannya pada bau sorga). (diriwayatkan oleh Ahmad, abu daud, At turmudzi, Ibnu Mahaj, Ibnu Hibban, Al hakim dari tsauban).
Abu bakar As sidiq Ra mengatakan, aku mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Apabila seorang istri berkata pada suaminya :”Ceraikanlah aku “, Maka kelak dihari kiamat ia datang dengan membawa wajah tanpa terbalut daging, sementara lidahnya menjulur keluar dari langit langit mulut dan ia turun menuju tengah-tengah jurangnya neraka, kendati ia selalu berpuasa dan beribadah di waktu malamnya”.
Rasulullah Saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah tak mau memperhatikan seseorang istri yang tidak mau bersyukur kepada suaminya”. (al hadits).
Rasulullah Saw bersabda : “Allah tidak mau memperhatikan seseorang istri yang menolak bersyukur kepada suaminya, padahal ia tetap membutuhkan suaminya”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, aku mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Seandainya seorang istri mempunyai Kekayaan seperti yang dikuasai Sulaiman bin daud, dan suaminya ikut makan hartanya Itu, kemudian istrinya berkata kepadanya:”Mana harta milikmu !!”, kecuali Allah akan menghapus amalnya (amal istri) selama empat puluh tahun”.
Usman bin Affan berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: ”Seandainya seorang istri mempunyai sejumlah harta kekayaan sebanyak isi dunia dan memberikan Semua kekayaan itu pada suaminya, dan setelah berlalu beberapa Saat lalu di ungkit-ungkitnya, kecuali Allah akan menghapus semua amalnya dan akan mengumpulkannya bersama dengan Qorun”.

