Untuk yang pertama (yaitu yang diturunkan secara berangsur) itulah yang terbanyak di dalam Al-Qur’an. Di antara contoh-contohnya dalam surat surat pendek adalah surat Iqra’, yaitu dari awal hingga “maa lam ya’lam”, dan surat adh-Dhuha dari awal hingga “fa tardha”, sebagaimana tersebut di dalam hadits ath-Thabari.
Di antara contoh-contoh yang kedua (yaitu yang diturunkan secara langsung) adalah surat al-Fatihah, al-Ikhlash, al-Kautsar, Tabbat, Lam yakunil, an-Nashr, dan al-Mu’awwidzataan (an-Nas dan al-Falaq) yang
keduanya diturunkan secara bersamaan.
Di antara contoh-contoh yang kedua dalam surat surat panjang adalah surat al-Mursalat, sebagaimana disebutkan di dalam kitab al-Mustadrak karya Imam Hakim, dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Kita pernah bersama Nabi saw. di gua, maka turunlah kepadanya : ‘wal mursalaati ‘urfaa’, maka aku mendengarkan surat ini langsung darinya, dan sesungguhnya mulutnya
basah dengan surat itu, maka saya tidak mengetahui dengan ayat yang manakah diakhiri: ‘fa biayyi hadiitsin ba’dahuu yukminuun’ (QS. al-Mursalat: 50) atau ‘wa idz qiila lahumur ka’uu laa yarka’uun’ (QS. al-Mursalat: 48).”
Di antaranya juga surat ash-Shaf, berdasarkan hadits tentang surat ini yang telah dibahas di bagian pertama. Di antara contohnya juga adalah surat al-An’am. Abu Ubaidah dan ath-Thabrani telah mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Surat al-An’am diturunkan di Makkah pada malam hari dan secara keseluruhan, sekelilingnya ada tujuh puluh ribu malaikat.”
Imam ath-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat melalui Yusuf bin ‘Athiyyah ash-Shaffar, dan dia ini matruk, dari Ibnu ‘Aun, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Telah diturunkan kepadaku surat al-An’am secara langsung, ia diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat.”
Imam Baihaqi mengeluarkan sebuah riwayat di dalam kitabnya, Syu’abul Imaan, dengan sanad yang di dalamnya terdapat perawi yang tidak dikenal, dari Ali, ia berkata, “Al-Qur’an diturunkan lima ayat-lima ayat,
kecuali surat al-An’am. Sesungguhnya ia diturunkan secara keseluruhan
sekaligus. Ia diiringi dari setiap langit tujuh puluh malaikat, hingga mereka
menyampaikannya kepada Nabi saw.”
Abu Syekh mengeluarkan sebuah riwayat dari Ubai bin Ka’ab, marfu’,
Nabi saw. bersabda, “Telah diturunkan kepadaku surat al-An’am secara
sekaligus, ia diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat.”
Abu Syekh juga mengeluarkan sebuah riwayat dari Mujahid, ia berkata, “Surat al-An’am ini secara keseluruhan diturunkan secara sekaligus, bersamanya lima ratus malaikat.” Beliau juga mengeluarkan sebuah riwayat dari Atha’, “Telah diturunkan surat al-An‘am secara kesemuanya, dan bersamanya tujuh puluh ribu malaikat.”
Inilah syawaahid (berbagai hadits) yang sebagiannya memperkuat terhadap sebagian yang lainnya.
Ibnu Shalah berkata di dalam Fatawa-nya, “Hadits yang menerangkan bahwa ia diturunkan secara sekaligus telah kami riwayatkan melalui Ubay
bin Ka’ab, dan di dalam sanadnya ada sesuatu yang dhaif, dan kami tidak
melihat pada hadits tersebut sanad yang shahih. Juga telah diriwayatkan
hadits yang berbeda dengannya, yang diriwayatkan bahwa ia tidak diturunkan secara sekaligus, tetapi ada beberapa ayat darinya diturunkan
di Madinah, yang mereka berselisih dalam jumlahnya. Ada yang mengatakan tiga ayat, ada yang mengatakan enam ayat, dan ada yang
mengatakan selain dari jumlah itu. Wallahu a’lam.”
Bersambung : ………….