Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Khudzul Qur’an min arba’atin, min
Abdillah bin Mas’ud, wa Saalim, wa Mu’adz, wa Ubay bin Ka’ab” (Ambillah Al-Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud, Saalim, Mu’adz, dan Ubay bin Ka’ab).
Arsip Penulis:Farid Fatsya
Tentang Jumlah Surat, Ayat, Kata-Kata, dan Huruf di Dalam Al-Qur’an
Jumlah surat dalam Al-Qur’an adalah 114 berdasarkan Ijmak (konsensus) para ulama. Ada yang mengatakan bahwa jumlah surat-suratnya adalah 113 surat, yaitu dengan menjadikan surat al-Anfal dan surat Bara’ah menjadi satu surat.
Tentang KodifikasiAl-Qur’an dan Urutannya
Ad-Dair’aquli di dalam kitab Fawaid-nya mengatakan: telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Bisyar, (ia berkata): telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu ‘Uyainah, dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaid, dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Qubidha annabiyyu saw. wa lam yakun Al-Qur’an jumi’a fi syai’” (Nabi saw. telah diambil [Allah], sedangkan Al-Qur’an belum dikumpulkan pada sesuatu).
Mengenal Nama-Nama Al-Qur’an dan Nama-Nama Surat di Dalamnya
Al-Jahiz berkata, “Allah telah memberi nama kitab-Nya dengan nama yang berbeda dengan orang-orang Arab memberi nama untuk kalam mereka,
baik secara global maupun terperinci. Secara global Allah memberi nama kitab-Nya dengan ‘Qur’anan’, sebagaimana mereka menamakan kalam mereka ‘Diwan’.
Tentang Bagaimana Al-Qur’an Diturunkan
Dalam pembahasan ini terdapat beberapa masalah sebagai berikut ini. Masalah Pertama Allah SWT berfirman: “Syahru ramadhaanalladzii unzila fiihil-Qur’an” (QS. al-Baqarah: 185). Dia juga berfirman: “Innaa anzalnaahu fii lailatil qadri” (QS. al-Qadr). Para ulama berbeda pendapat tentang bagaimana cara Al-Qur’an diturunkan dari Lauh Mahfudz atas tiga pendapat.
Apa yang Diturunkan Kepada Sebagian Para Nabi dan Apa yang Diturunkan kepada Siapapun Sebelum Nabi saw.
Di antara yang kedua adalah surat al-Fatihah, ayat al-Kursi, dan akhir surat al-Baqarah, sebagaimana yang baru saja dijelaskan di dalam hadits-hadits.
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas :
Apa yang Diturunkan dengan Diiringi Malaikat dan Apa yang Diturunkan Tanpa Diiringi Malaikat
Ibnu Hubaib berkata dan diikuti oleh Ibnun Naqib, “Dari Al-Qur’an ada surat-surat yang diturunkan dengan diiringi oleh para malaikat, yaitu surat al-An’am, ia diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat;
Apa yang Diturunkan Secara Bertahap dan Apa yang Diturunkan Secara Langsung
Untuk yang pertama (yaitu yang diturunkan secara berangsur) itulah yang terbanyak di dalam Al-Qur’an. Di antara contoh-contohnya dalam surat surat pendek adalah surat Iqra’, yaitu dari awal hingga “maa lam ya’lam”, dan surat adh-Dhuha dari awal hingga “fa tardha”, sebagaimana tersebut di dalam hadits ath-Thabari.
Sesuatu yang Turunnya Ayat Lebih Dahulu Daripada Hukumnya dan Sesuatu yang Hukumnya Lebih Dahulu Daripada Turunnya Ayat
Imam Zarkasyi berkata di dalam kitabnya, al-Burhan, “Bisa jadi turunnya ayat itu lebih dahulu daripada ketetapan hukumnya, seperti firman Allah SWT: ‘Qad aflaha man tazakkaa, wa dzakarasma rabbihii fa shallaa’ (QS.
al-A’la: 14-15).”
Apa-Apa yang Turunnya Berulang Kali
Sejumlah ulama mutaqaddimin dan muta’akhirin secara terang-terangan menyatakan bahwa sesungguhnya ada sebagian dari Al-Qur’an yang turunnya berulang kali.