Sebenarnya pembahasan ini merupakan bagian dari “asbabun nuzul”, tetapi berasal dari “muwafaqat Umar” yang para ulama mengkhususkan masalah ini dalam kitab tersendiri.
Arsip Penulis:Farid Fatsya
Mengenal Sababun Nuzul
Terdapat sekelompok ulama yang menyusun kitab
secara khusus tentang masalah sababun nuzul.
Ulama yang pertama kali menyusun adalah Ali Ibnul
Madini, guru Imam Bukhari.
Mengenal yang Terakhir Diturunkan dari Al-Qur’anul Karim
Di dalam pembahasan masalah tersebut terdapat perbedaan pendapat.
Pertama Kali yang Diturunkan dari Al-Qur’anul Karim
Telah diperselisihkan mengenai yang pertama kali diturunkan dari Al-Qur’an atas beberapa pendapat sebagai berikut ini.
Al-Ardhi dan as-Samaa’i
Telah berlalu perkataan Ibnu al-‘Arabi: sesungguhnya di antara Al-Qur’an itu ada yang Sama’i (diturunkan di langit), dan ada yang Ardhi (diturunkan
di bumi), dan ada juga yang diturunkan di antara langit dan bumi serta ada yang diturunkan di bawah dasar bumi, yaitu di gua.
Al-Firasyi dan an-Naumi
Di antara contoh ayat-ayat al-Firasyi adalah firman Allah SWT: “wallahu ya’shimuka minan naas” (QS. al-Ma’idah: 67) sebagaimana telah dibahas, dan ayat tentang tiga shahabat Nabi yang tertinggal dalam Perang Tabuk.
Ash-Shaifi dan asy-Syita’i
Imam al-Wahidi mengatakan bahwa Allah telah menurunkan dalam masalah “al-Kalaalah” dua ayat, salah satunya di waktu musim dingin. Itulah yang ada di awal surat an-Nisa’, sedangkan yang lainnya di waktu musim panas (kemarau), dan itulah yang ada di akhir surat an-Nisa’.
Mengenal an Nahari dan al-Laili
Contoh-contoh dari an-Nahari (ayat-ayat yang turun di siang hari) banyak sekali. Ibnu Hubaib berkata, “Sebagian besar Al-Qur’an turun di siang hari,
Mengenal al-Hadhari dan as-Safari
Contoh-contoh dari ayat-ayat al-Hadhari (yang turun pada saat Rasulullah saw. berada di kampung halaman) itu banyak. Adapun ayat-ayat as-Safari (yang diturunkan pada saat Rasulullah saw. dalam bepergian) itu ada beberapa contoh yang saya teliti, antara lain sebagai berikut:
Membahas Tentang Surat-Surat yang Diperselisihkan
Sebagian besar ulama berpendapat bahwa ia adalah Makkiyyah (diturunkan di Makkah), bahkan ada riwayat yang mengatakan bahwa ia
termasuk surat yang pertama kali diturunkan sebagaimana akan dijelaskan di bahagian pembahasan yang kedelapan.